Oleh: infoeduspirit | Februari 17, 2009

MAU NULIS APA ?

Sangat sulit menulis kalimat awal, apa yang akan kutulis belum juga menggerakkan sepuluh jemari, meskipun difikiran beratus-ratus kalimat berebut keluar. Portal dalam kepalaku selalu menyeleksi, kemana arah kalimat akan ditujukan. Skenario di batok kepalaku, bising, mengguruiku. Kemudian berhenti begitu saja, ketika jemari telunjuk menyentuh tuts computer. Tanpa awal dan akhir yang jelas. Aku mandeg menulis.

Ketika terlintas lagi, pokok awal kalimat, buru-buru aku membuka file document yang berlum ada namanya itu. Lantas mandeg lagi. Tadinya sih jelas, kalimat apa yang bakal mengawali tulisan, kesal bukan main, dan terpaksa aku membaca lagi file-file yang sudah ku download dari internet, yang membuatku termotivasi menulis. Baca lagi, baca, dan baca. Begitu seterusnya, aku baru mulai rajin menulis.

Kerja keras, membaca dan menulis, menjadi bagian hidup disela-sela nafas kehidupanku. Tidak jarang terbersit, keinginan untuk terkenal, kadang takut dikritik, bahkan sering merasa minder sama orang lain, sama orang yang jauh lebih muda dariku, tulisannya ada dimana-mana. Di Koran nasional dan daerah, bahkan ada di situs-situs internet yang paling diminati banyak orang. Minder, jadi penyakit yang sulit disembukan.

Sampai beberapa paragraph inipun belum jelas, apa sebenarnya yang akan ku tulis, biar aja, yang penting kedua jari tengah dan telunjukku masih ingin bermain-main dengan tuts-tuts laptop, yang belum lunas ini. Aku membiarkan jari-jariku menari, apa saja. Kadang-kadang aku biarkan jari kelingkingku ikut-ikutan menekan tuts, mekipun si jempol cemburu, ingin nimbrung, menyerimpung jari telunjuk dan jari tengah.

Nah, ketika mulai lancar begini, tahu-tahu istri menyuruhku makan siang. Anak bontotku minta dibuatkan es sirop, bahkan minta dicebokin dikamar mandi, anak keduaku berisik dengan PS-nya, dan tahu-tahu minta dibuatin mie instan. Anak pertamaku, paling ogah menggangguku, ia asik belajar, tapi kalau sudah muncul permintaan, tuntutannya pantang di tolak. Pada awalnya, gangguan ini, bisa mematikan semua ide-ideku.Sangat mengganggu konsentrasiku, tapi lama-lama, kok bisa ya ? dijadikan bahan tulisan alias jadi sumber inspirasi juga. Mungkin ini yang disebut hikmah dari buah kesabaran dan berfikir terbuka. Aku juga nggak tahu, apa sih, sebenarnya sabar dan berfikir terbuka itu.

Contoh aja barusan, anak bontotku memintaku untuk jalan-jalan sore nanti, “jangan nulis melulu, jalan-jalan dong Pa ?”. Sementara, anak keduaku memintaku, “Pa selesai nulis, buatkan mie goreng, ya ?” sedangkan anak pertamaku yang sudah kelas tiga Es-em-Pe, minta dibuatkan email Yahoo, pakai Co dot Id, bukan pakai dot com. Anehnya, istiku, mengeluh, situasi rumah yang berantakan, seperti kapal pecah, “Semua ngggaaaak pada peduli, sandal dimana-mana, mainan tidak pada tempatnya, pakaian belum diseterika, buku berserakan ! Uuuuuggh !”. Istriku membanting badannya di tempat tidur, sambil berteriak lagi, “jangan lupa nanti ke bengkel motor, sudah tiga kali hari minggu belum, jadi-jadi juga.” Capeeek dech !. kesal, Cuma dalam hati aja, “Emang gue pikirin !”. Tapi setelah itu, tulisanku mandeg total.

Selesai, memenuhi kebutuhan semua anak-anak, trus beres-beres rumah, nyuci piring, ngisi bak mandi, shalat dzuhur dan bikin kopi. Baru aja pantatku sampai dilandasan kursi, dan siap mengetik. Hujan tiba-tiba turun. “Pa, ruang dapur bocooor ! Peduli dooong !” dengan sigap aku tinggalkan laptopku yang lama ngelamun, lantas mengatasi bocor dengan ember seadanya. Setelah situasi tenang, aku kembali duduk depan laptop. Sekarang, isi batok kepalaku sosong, song, song, song … ! Bener-bener, capek deeech.

Bekasi, 15 Februari 2009.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: